Tampil sebagai Pembicara Konferensi Internasional 6 Negara, Ibu Rahima Paparkan Inovasi Teknologi Manajemen Pendidikan
MEDAN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) bersama Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FTIK UIN SUNA) sukses menggelar International Conference on Education, English Teaching, and Linguistics pada 23-24 Juli 2026 di Medan. Konferensi berskala internasional ini diikuti oleh peserta dari enam negara serta dipromotori oleh UMSU, UIN SUNA, Universitas Al Washliyah, Universitas Al-Muslim, dan Christ College India. Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor UMSU yang menggarisbawahi pentingnya integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam kurikulum dengan tetap menjaga pendidikan berpusat pada guru dan mahasiswa yang inovatif, serta sambutan Rektor UINSUNA yang menekankan koneksi, kompetensi, dan integritas akhlak sebagai fondasi penggunaan teknologi demi memajukan peradaban.
Di antara jajaran pembicara unggulan, Ibu Rahima Nurviani, M.Ed tampil sebagai salah satu speaker utama yang memaparkan hasil riset strategis mengenai modernisasi layanan akademis. Ibu Rahima mempresentasikan penelitian terkait tingkat kepuasan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) terhadap manajemen pelayanan digital dan teknologi yang disediakan oleh LPTK FTIK UIN SUNA. Hasil penelitian yang ditemukan dari kolaborasi dengan ibu Dr. Rahmy Zulmaulida, M.Pd tersebut menunjukkan respons sangat positif, di mana mahasiswa PPG sepakat bahwa ketersediaan fasilitas pendidikan digital serta sistem informasi yang dikembangkan prodi PPG FTIK UINSUNA sangat terbukti membantu dan meringankan beban para guru dalam menjalankan kelas di sekolah selama program PPG berlangsung.
Rangkaian konferensi ini ditutup dengan penguatan komitmen seluruh institusi penyelenggara untuk terus menghadirkan kontribusi nyata dan berdampak bagi dunia pendidikan. Sejalan dengan pesan mendalam dari Rektor UIN SUNA - “when wealth is lost, nothing is lost; when health is lost, something is lost; and when character is lost, all is lost” dimana pemanfaatan teknologi dan AI diharapkan mampu menyempurnakan keterbatasan manusia tanpa mengesampingkan pembentukan karakter. Lewat gagasan serta temuan ilmiah dari para pembicara seperti Ibu Rahima Nurviani, konferensi ini berhasil melahirkan dorongan baru bagi pemanfaatan teknologi digital yang inovatif, efisien, dan tetap berlandaskan akhlak mulia.