PGMI UIN Sultanah Nahrasiyah Gelar Rapat Dosen, Perkuat Mutu Pembelajaran, Etika Akademik, dan Implementasi OBE

Lhokseumawe, 4 September 2026. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sultanah Nahrasiyah menggelar rapat bersama seluruh dosen yang mendapat tugas mengajar pada Program Studi PGMI. Pertemuan yang dilaksanakan secara daring tersebut dipimpin oleh Ketua Program Studi PGMI, Dr. Sarah Fazilla, M.Pd., sebagai bagian dari upaya menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen dosen dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang berkualitas.

Dalam arahannya, Dr. Sarah Fazilla, M.Pd. menyampaikan sejumlah hal penting yang berkaitan dengan layanan dan proses pembelajaran, mulai dari kesiapan dosen dalam melaksanakan perkuliahan, keteraturan proses pembelajaran, hingga pentingnya memberikan pelayanan akademik yang optimal kepada mahasiswa. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang koordinasi bagi seluruh dosen untuk memastikan kegiatan perkuliahan berjalan sesuai dengan standar dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan oleh program studi.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah etika mahasiswa dalam lingkungan akademik. Etika dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan, sehingga mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memiliki kompetensi akademik, tetapi juga membangun sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, kesantunan dalam berkomunikasi, serta kepatuhan terhadap tata tertib yang berlaku. Dosen diharapkan memiliki pemahaman yang selaras dalam membimbing dan menanamkan nilai-nilai tersebut selama proses perkuliahan.

Rapat juga membahas mekanisme penilaian dan ketercapaian pembelajaran. Para dosen diarahkan agar proses evaluasi dilakukan secara objektif, transparan, terukur, dan sesuai dengan capaian pembelajaran mata kuliah. Penilaian bukan hanya berorientasi pada hasil akhir mahasiswa, tetapi turut memperhatikan proses, partisipasi, keterampilan, sikap, serta kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang relevan dengan kompetensi yang diharapkan.

Dalam rangka meningkatkan mutu akademik, Ketua Program Studi turut menekankan penerapan Outcome-Based Education (OBE) melalui siklus Plan, Do, Check, dan Act. Pada tahap perencanaan, dosen perlu memastikan CPMK dan Sub-CPMK memiliki keterkaitan yang jelas dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Selanjutnya pembelajaran dilaksanakan menggunakan bentuk dan metode yang sesuai, diikuti dengan pengukuran ketercapaian melalui instrumen penilaian yang tepat, serta evaluasi dan tindak lanjut untuk perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.

Tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan perkuliahan di kelas, Program Studi PGMI juga mendorong agar pembelajaran mampu menghasilkan luaran nyata mahasiswa. Luaran tersebut dapat berupa artikel ilmiah, poster ilmiah atau hasil proyek, Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), buku atau modul pembelajaran, hingga publikasi melalui media daring. Penguatan luaran mata kuliah ini diharapkan dapat membangun kompetensi mahasiswa melalui karya nyata sekaligus meningkatkan budaya akademik dan produktivitas di lingkungan Program Studi PGMI.

Pada kesempatan tersebut juga ditampilkan berbagai capaian Program Studi PGMI yang telah dihasilkan melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa, seperti buku karya mahasiswa, kegiatan expo, proposal dan proyek mahasiswa, pencatatan Hak Kekayaan Intelektual, serta publikasi jurnal. Berbagai capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan pembelajaran yang inovatif, produktif, dan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa.

Melalui rapat dosen ini, Dr. Sarah Fazilla, M.Pd. mengharapkan terbangunnya kesamaan komitmen seluruh tenaga pengajar dalam menjaga mutu proses pendidikan di Program Studi PGMI. Sinergi antara program studi dan dosen menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pembelajaran yang terencana, tertib, berorientasi pada capaian, sekaligus mampu membentuk mahasiswa PGMI yang kompeten, beretika, profesional, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Galeri Foto

   

 

 

 

Share this Post