Mahasiswa Baru PGMI UIN SUNA Ikuti Pelatihan Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kekerasan, Perundungan, dan Diskriminasi
Lhokseumawe, 2 September 2026. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kewaspadaan Mahasiswa terhadap Tindakan Kekerasan, Perundungan, dan Diskriminasi di Prodi PGMI. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026 ini bertempat di Ruang 35, Gedung FTIK Lama dan diikuti oleh mahasiswa baru Program Studi PGMI.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan komitmen Program Studi PGMI dalam menyambut mahasiswa baru sekaligus memberikan pemahaman sejak awal mengenai pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, inklusif, berkeadilan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, dan diskriminasi.
Sejak memasuki lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga perlu memiliki pemahaman mengenai kehidupan sosial di lingkungan kampus. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memberikan bekal kepada mahasiswa baru agar mampu mengenali berbagai tindakan yang dapat mengganggu keamanan, kenyamanan, serta proses belajar di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Program Studi PGMI Dr. Sarah Fazilla S.Si. M.Pd dan Sekretaris Program Studi PGMI Misrina M.Pd. Kehadiran pimpinan Program Studi PGMI menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sekaligus menunjukkan keseriusan Prodi PGMI dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan memberikan rasa aman bagi seluruh mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi dari Bapak Baiquni, Ph.D., yang hadir sebagai pemateri. Beliau memberikan pemahaman kepada para mahasiswa mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kekerasan, perundungan, dan diskriminasi, khususnya yang berpotensi terjadi dalam lingkungan pendidikan dan kehidupan kampus.
Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada pengertian dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi, tetapi juga memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda serta situasi yang perlu diwaspadai. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa tindakan yang dapat merugikan, merendahkan, mengintimidasi, atau mengucilkan seseorang tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa atau dibiarkan terjadi.
Selain itu, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan terhadap berbagai tindakan negatif tersebut. Pencegahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui sikap saling menghargai, menjaga perkataan dan tindakan, menghormati perbedaan, serta membangun komunikasi yang sehat antarmahasiswa.
Dalam kehidupan kampus yang terdiri dari mahasiswa dengan latar belakang, karakter, dan pengalaman yang beragam, sikap saling menghormati menjadi salah satu hal yang sangat penting. Perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan diskriminasi maupun tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun lingkungan akademik yang harmonis dan inklusif.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa baru PGMI juga diharapkan mampu meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Mahasiswa tidak hanya diminta untuk memahami bagaimana melindungi diri sendiri, tetapi juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap teman dan sesama mahasiswa apabila melihat atau mengetahui adanya tindakan yang tidak pantas.
Bapak Baiquni, Ph.D. dalam pemaparannya menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat. Setiap mahasiswa memiliki peran dalam membangun budaya saling menghargai dan menjaga satu sama lain. Lingkungan kampus yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan atau pihak tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh civitas akademika.
Adapun beberapa materi penting yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi pengenalan bentuk-bentuk kekerasan, perundungan, dan diskriminasi, mengenali tanda-tanda serta situasi yang perlu diwaspadai, upaya pencegahan di lingkungan kampus, serta sikap yang harus dilakukan ketika menemukan atau menghadapi suatu permasalahan.
Mahasiswa juga diajak untuk memahami pentingnya tidak bersikap diam terhadap tindakan yang dapat membahayakan atau merugikan orang lain. Sikap peduli dan keberanian untuk mengambil langkah yang tepat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah terjadinya berbagai bentuk kekerasan dan perundungan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi PGMI berharap mahasiswa baru dapat memulai perjalanan akademiknya dengan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang positif. Mahasiswa diharapkan mampu menjalin hubungan yang baik dengan sesama, menghargai perbedaan, serta bersama-sama menjaga nama baik dan suasana kondusif di lingkungan Prodi PGMI.
Pelatihan ini juga menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat komitmen Program Studi PGMI untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berdaya. Diharapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Dengan semangat “Jangan Diam! Kenali, Cegah, Lawan!”, seluruh mahasiswa diajak untuk bersama-sama menjadi bagian dari perubahan positif. Mahasiswa PGMI diharapkan tidak hanya menjadi calon pendidik yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter, kepedulian, serta keberanian dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Melalui kebersamaan antara mahasiswa, dosen, pimpinan program studi, dan seluruh civitas akademika, diharapkan Program Studi PGMI dapat terus menjadi lingkungan yang menjunjung tinggi nilai saling menghargai, saling melindungi, inklusivitas, dan keadilan.
Mari bersama wujudkan PGMI yang Aman, PGMI yang Nyaman, dan PGMI yang Berdaya!