Tadris Bahasa Indonesia UIN SUNA Kenalkan Visi, Misi, dan Prospek Karier kepada Maba 2026
Lhokseumawe— Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar kegiatan pengenalan jurusan bagi mahasiswa baru (Maba) tahun 2026, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 3 Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Kegiatan pengenalan jurusan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, mulai dari visi dan misi, hingga profil lulusan dan peluang karier yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan.
Sekretaris Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Lina Sundana, M.Pd., menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan visi Prodi Tadris Bahasa Indonesia, yaitu menjadi program studi yang unggul di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian bahasa dan sastra Indonesia di tingkat ASEAN pada 2040.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Prodi Tadris Bahasa Indonesia memiliki empat misi utama. Pertama, mengembangkan pendidikan bahasa Indonesia yang unggul berbasis digital dan berkearifan lokal untuk melahirkan pendidik yang berdaya saing di tingkat ASEAN. Kedua, mengembangkan penelitian dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia berbasis digital dan kearifan lokal. Ketiga, menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia berbasis kearifan lokal. Keempat, menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder di tingkat ASEAN.
Selain menjelaskan visi dan misi, Ibu Lina Sundana, M.Pd. juga memperkenalkan profil lulusan yang menjadi gambaran kompetensi serta peluang karier bagi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan di Prodi Tadris Bahasa Indonesia.
Profil lulusan pertama adalah Guru Bahasa Indonesia di Sekolah/Madrasah. Lulusan dipersiapkan menjadi guru bahasa Indonesia yang berkepribadian baik, memiliki integritas, berpengetahuan luas, islami, mutakhir, serta mampu menerapkan teori-teori pendidikan dan pembelajaran secara digital dalam bidang bahasa Indonesia.
Profil kedua adalah Editor. Lulusan diharapkan mampu menjadi editor yang kompeten dan akuntabel di bidang bahasa dan sastra Indonesia, khususnya dalam penyuntingan dan penyelarasan bahasa.
Selanjutnya, terdapat profil lulusan sebagai Penulis Buku. Lulusan diarahkan menjadi penulis yang cerdas, islami, kreatif, produktif, dan terus mengembangkan diri sebagai pembelajar. Mereka juga diharapkan menjunjung tinggi nilai kearifan lokal dan nasionalisme dalam menghasilkan karya ilmiah maupun fiksi.
Profil berikutnya adalah Peneliti Pemula Bahasa dan Sastra Indonesia. Lulusan dipersiapkan untuk menguasai metode penelitian, produktif dalam menghasilkan karya ilmiah, serta mampu mengaktualisasikan berbagai permasalahan dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia untuk menghasilkan penelitian yang unggul dan kompetitif.
Sementara itu, profil lulusan kelima adalah Edupreneur. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan mengelola lembaga pendidikan serta mengembangkan media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia secara profesional, mandiri, berbasis digital, dan berlandaskan kearifan lokal.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Istiqamah, M.Pd., turut menyampaikan harapannya kepada mahasiswa baru agar dapat mengikuti proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan aktif mengembangkan potensi diri.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi di bidang bahasa dan sastra Indonesia, teknologi digital, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Harapannya, mahasiswa baru dapat mengenal lebih dekat program studi, memahami visi dan misi yang ingin dicapai, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai arah pendidikan di Prodi Tadris Bahasa Indonesia sekaligus termotivasi untuk mengembangkan kompetensi sejak awal perkuliahan.
Pengenalan jurusan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kesiapan mahasiswa untuk menjadi lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam bidang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia, penelitian, pengabdian masyarakat, serta dunia kerja di tingkat nasional maupun ASEAN.