Delapan Dosen FTIK UIN SUNA Tampil sebagai Presenter pada Konferensi Internasional di UMSU

Medan – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi akademik melalui keikutsertaan pada The 2nd International Conference on Education (ICOED) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pada 23–24 Juli 2026 di Auditorium UMSU, Medan.

Konferensi internasional yang mengusung tema "Human-Centered Innovation for Education and Society in the Era of Artificial Intelligence" ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara seperti Indonesia, India, Filipina, Pakistan, Rusia, dan Malaysia untuk mendiskusikan berbagai inovasi pendidikan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kegiatan dibuka dengan Opening Remarks dari Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., serta Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag. Dalam paparannya, Prof. Danial menekankan pentingnya AI User Ethic sebagai fondasi dalam pemanfaatan kecerdasan buatan di dunia pendidikan. Menurutnya, perkembangan AI harus diiringi dengan kesadaran etika, tanggung jawab akademik, integritas ilmiah, serta kemampuan pengguna dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Setelah sesi pembukaan, konferensi dilanjutkan dengan keynote speech dari para pakar internasional yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di India, Filipina, Pakistan, Rusia, Malaysia, dan Indonesia. Para pembicara membahas berbagai isu strategis mulai dari transformasi pendidikan berbasis AI, inovasi pembelajaran, linguistik, hingga pengembangan sumber daya manusia di era digital.

Pada konferensi ini, delapan dosen FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe turut berpartisipasi sebagai presenter, baik secara luring maupun daring, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.

Presenter Luring (Onsite)

Empat tim dosen FTIK memperoleh kesempatan mempresentasikan hasil penelitian secara langsung di Auditorium UMSU sebagai Plenary Speakers, yaitu:

  • Dr. Nurul Fadhillah, M.Hum (Wakil Dekan III FTIK) dengan makalah berjudul "Innovative Trends in Language Pedagogy", yang mengulas berbagai inovasi pembelajaran bahasa dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
  • Dr. Sarah Fazilla, M.Pd (Ketua Program Studi PGMI) mempresentasikan penelitian berjudul "Human-Centered Innovation for AI Psychosocial Risk Mitigation: Strengthening Digital Literacy Among Elementary School Teachers and Students", yang menyoroti pentingnya literasi digital dalam meminimalkan risiko psikososial penggunaan AI di lingkungan sekolah dasar.
  • Nurul Akmal, M.Pd (Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru/PPG) menyampaikan hasil penelitian berjudul "Human-Centered Learning in the AI Era: Exploring the Relationship between Self-Regulated Learning and AI Competency among Pre-Service Teachers". Penelitian ini mengkaji hubungan antara kemampuan belajar mandiri (self-regulated learning) dengan kompetensi AI calon guru sebagai salah satu kompetensi penting di era transformasi digital pendidikan.
  • Rahima Nurviani, M.Ed (Sekretaris Program Studi PPG) berkolaborasi dengan Dr. Rahmy Zulmaulida, M.Pd mempresentasikan penelitian berjudul "Assessing PPG In-Service Student Satisfaction at UINSUNA: The Dual Impact of Tangible Educational Facilities and Digital Information Systems", yang membahas kepuasan mahasiswa PPG terhadap fasilitas pendidikan dan sistem informasi digital yang mendukung layanan akademik.

Presenter Daring (Online)

Selain presentasi secara langsung, beberapa dosen FTIK juga mengikuti sesi presentasi secara daring, yaitu:

  • Dr. Maya Safitri, M.A (Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam) dengan makalah "Translating Local Wisdom into Islamic Education", yang mengangkat integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan Islam.
  • Dr. Zurriyati, M.Hum (Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris) mempresentasikan penelitian "Asset Based Community Development: Empowering EDSA as the Role Model in Improving English Skills", yang menyoroti pemberdayaan masyarakat berbasis aset dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.
  • Hayatul Muna, M.Pd bersama mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Cut Nanda Rahmadhani, mempresentasikan penelitian berjudul "An Investigation of the Factors Influencing Students' Passive Participation in Speaking Activities", yang mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi mahasiswa dalam aktivitas berbicara.
  • Nisrina, M.Pd, Dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris, dengan judul Examining the Motivational Factors Behind Students English Speaking Confidence in a Junior High Schooldosen.

Keikutsertaan delapan dosen FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe pada konferensi internasional ini menjadi bukti meningkatnya produktivitas akademik dosen sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan dan linguistik. Melalui forum ilmiah seperti ini, para dosen tidak hanya mempublikasikan hasil penelitian, tetapi juga memperoleh kesempatan bertukar gagasan dengan akademisi dari berbagai negara guna memperkuat kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence secara humanis dan bertanggung jawab.

Partisipasi aktif dosen FTIK dalam forum internasional diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas penelitian, publikasi bereputasi, serta implementasi inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan. Sejalan dengan semangat transformasi UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing global, kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat eksistensi institusi pada tingkat internasional.

Share this Post