Mahasiswa Tadris Matematika Juara Harapan II Di QRIS Jelajah Kuliner Indonesia
Mahasiswa Tadris Matematika Juara Harapan II Di QRIS Jelajah Kuliner Indonesia
LHOKSEUMAWE — Mahasiswa Program Studi Tadris Matematika turut mengukir prestasi melalui keikutsertaan dalam program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia, sebuah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan dipublikasikan melalui Instagram serta TikTok. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah yang memiliki Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI), termasuk KPwBI Lhokseumawe.
Dalam ajang tersebut, Trias tergabung dalam tim QRISIEH yang beranggotakan tiga orang. Tim ini berhasil menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya hingga lolos ke babak final. Dari lebih dari 250 peserta yang mendaftar, hanya lima tim yang berhasil melaju ke tahap final.
Rangkaian kegiatan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia berlangsung melalui beberapa tahapan. Pendaftaran dan rangkaian awal kegiatan dilaksanakan pada 15–30 Juni, kemudian dilanjutkan dengan seleksi tahap pertama pada 2 Juli. Setelah melalui proses seleksi, pengumuman finalis akhir dilakukan pada 6 Juli, kemudian peserta mengikuti technical meeting pada 7 Juli. Adapun rangkaian lomba dilaksanakan pada 9–13 Juli.
Selama lima hari pelaksanaan, tim QRISIEH Dan Trias menjalankan lima misi yang tersebar di tiga kota, yakni Lhokseumawe, Bireuen, dan Takengon. Kelima misi tersebut meliputi PeKA (Perlindungan Konsumen Aceh), Satu Wakaf, CBP (Cinta, Bangga, Paham Rupiah), Jeumpa Hidden Gem, dan Peunajoh Pase.
Setiap misi menjadi kesempatan bagi tim untuk mengeksplorasi berbagai potensi daerah sekaligus memperkenalkan pemanfaatan QRIS dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh kegiatan juga didokumentasikan dan diunggah melalui media sosial sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Melalui konten yang dihasilkan, tim QRISIEH tidak hanya menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan, tetapi juga turut memperkenalkan kuliner, budaya, destinasi, serta potensi lokal di wilayah Lhokseumawe, Bireuen, dan Takengon. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dalam memproduksi konten digital dan meningkatkan pemahaman mengenai sistem pembayaran digital.
Ketua Program Studi Tadris Matematika, Dr. Mahdalena, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian mahasiswa yang mampu bersaing hingga mencapai babak final.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi mahasiswa Tadris Matematika yang telah berani mengambil kesempatan untuk mengikuti QRIS Jelajah Kuliner Indonesia. Dari lebih dari 250 peserta yang mendaftar, dapat lolos menjadi salah satu dari lima tim finalis merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Tadris Matematika tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berkreasi, berkolaborasi, berkomunikasi, dan memanfaatkan teknologi digital dengan baik.”
Dr. Mahdalena juga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk lebih aktif mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan di luar kampus.
“Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani mengikuti berbagai kegiatan maupun kompetisi. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk membentuk mahasiswa yang kreatif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.”
Keberhasilan tim QRISIEH melaju ke babak final menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung literasi digital, edukasi sistem pembayaran QRIS, serta promosi potensi daerah Aceh. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Tadris Matematika mampu berkiprah dalam berbagai bidang dan membawa nama baik program studi di luar lingkungan akademik.
