Mahasiswa FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Ikuti Diskusi Program Bahasa Inggris "Outside The Box" di RRI Lhokseumawe
Lhokseumawe – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultanah Nahrasiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Diskusi Pengembangan Program Bahasa Inggris "Outside The Box" yang diselenggarakan oleh RRI Lhokseumawe pada Jumat (26/6) di Ruang MP RRI Lhokseumawe.
Pada kegiatan tersebut, FTIK mengutus lima mahasiswa yang tergabung dalam EDSA Talk (English Department Student Association Talk) untuk mengikuti forum diskusi bersama peserta dari UKM Lingua Verse, UKM IECLOP, dan Polyglot Indonesia Chapter Lhokseumawe. Forum ini menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai komunitas bahasa Inggris untuk memberikan ide, masukan, serta gagasan inovatif dalam pengembangan program siaran berbahasa Inggris yang lebih edukatif, kreatif, dan relevan bagi generasi muda.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi yang terjalin antara LV dari Universitas Malikusaleh dan IECLOP dari Politeknik Lhokseumawe. Program Outside The Box milik RRI Lhokseumawe terus dikembangkan melalui sinergi dengan berbagai komunitas bahasa Inggris. Gagasan untuk memperluas kolaborasi tersebut turut disampaikan oleh Muhammad Harsya selaku pendiri LV, sehingga RRI Lhokseumawe mengundang berbagai komunitas bahasa Inggris untuk bersama-sama menyusun konsep pengembangan program melalui forum diskusi ini.
Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi berjalan aktif dan penuh antusiasme. Seluruh peserta menyampaikan berbagai pandangan mengenai konsep, materi, hingga format penyajian program yang dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa, dalam mempelajari bahasa Inggris. Setiap ide dan masukan yang disampaikan mendapat tanggapan positif dari Kepala LPP RRI Lhokseumawe, Wenny Zulianti, S.H., M.H., yang menyambut baik semangat kolaborasi tersebut serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.
Setelah sesi diskusi berakhir, Wenny Zulianti, S.H., M.H. mengajak seluruh peserta mengikuti room tour untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja RRI Lhokseumawe. Peserta diajak mengunjungi berbagai fasilitas penyiaran, mulai dari studio siaran, ruang produksi, hingga sejumlah ruangan pendukung lainnya. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi para peserta untuk memahami proses produksi program radio serta peran RRI sebagai lembaga penyiaran publik.
Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Nurul Fadhillah, M.Hum., menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan mahasiswa FTIK dalam forum tersebut. Menurutnya, kegiatan kolaboratif seperti ini menjadi sarana yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta membangun jejaring dengan berbagai lembaga di luar kampus.
Melalui keikutsertaan mahasiswa EDSA Talk dalam kegiatan ini, FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah berharap kolaborasi dengan RRI Lhokseumawe dan berbagai komunitas bahasa Inggris di Kota Lhokseumawe dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan program-program inovatif yang tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris generasi muda, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya kolaborasi, literasi, dan kreativitas di tengah masyarakat.
