Kurikulum OBE Prodi Tadris Bahasa Indonesia UIN Sultanah Nahrasiyah direview oleh Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd.

Lhokseumawe – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Zoom Meeting dan menghadirkan Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., Ketua Umum Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI), sebagai narasumber.

Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan fakultas dan program studi sebagai bagian dari upaya meninjau dan mengembangkan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Istiqamah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan review kurikulum merupakan langkah strategis untuk memastikan kurikulum program studi tetap relevan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan pengguna lulusan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap memperoleh masukan dan penguatan dari narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan kurikulum. Review kurikulum berbasis OBE menjadi momentum bagi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia untuk meninjau kembali keselarasan antara visi keilmuan, profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga implementasinya dalam proses pembelajaran dan sistem evaluasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa hasil kegiatan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kurikulum program studi secara berkelanjutan. Kurikulum yang dikembangkan tidak hanya diharapkan memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan profesi di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., selaku narasumber, memaparkan materi tentang pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum berbasis OBE perlu dimulai dari kejelasan visi keilmuan program studi. Visi keilmuan menjadi landasan yang memberikan arah dan identitas keilmuan program studi dalam mengembangkan kurikulum, penelitian, serta kegiatan akademik. Visi tersebut selanjutnya perlu memiliki keterkaitan yang jelas dengan profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Narasumber juga menguraikan hubungan antara visi keilmuan, profil lulusan, dan CPL. Profil lulusan menggambarkan peran dan kompetensi strategis yang diharapkan dari lulusan, sedangkan CPL menjadi rumusan konkret kompetensi yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan demikian, rumusan CPL harus diturunkan secara sistematis dari visi keilmuan dan profil lulusan program studi.
Lebih lanjut, pengembangan kurikulum pendidikan tinggi perlu memperhatikan landasan hukum, kebijakan nasional, dan kebijakan institusional. Dalam materi yang disampaikan, pengembangan kurikulum juga dikaitkan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), pendekatan Outcome-Based Education (OBE), dan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Pada bagian implementasi, Prof. Sarwiji memaparkan siklus OBE yang menghubungkan visi dan misi universitas, fakultas, serta visi keilmuan program studi dengan tujuan program studi, profil lulusan, dan CPL. Selanjutnya, CPL diturunkan ke dalam bahan kajian, struktur mata kuliah, bobot satuan kredit semester (SKS), serta capaian pembelajaran mata kuliah. Seluruh komponen tersebut perlu didukung oleh rancangan asesmen yang sesuai agar ketercapaian pembelajaran dapat diukur secara terarah.

Materi berikutnya membahas pentingnya evaluasi pencapaian CPL. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran ketercapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan CPL, didukung portofolio mata kuliah serta perencanaan evaluasi yang sistematis. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar pelaksanaan Continuous Quality Improvement (CQI) atau peningkatan mutu berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan di program studi.

Melalui kegiatan review ini, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia memperoleh penguatan pemahaman mengenai prinsip dan tahapan pengembangan kurikulum berbasis OBE. Pembahasan tersebut menjadi bahan penting bagi program studi dalam meninjau keselarasan visi keilmuan, profil lulusan, CPL, struktur kurikulum, proses pembelajaran, dan sistem evaluasi hasil belajar.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe untuk terus mengembangkan tata kelola akademik dan meningkatkan kualitas kurikulum secara terencana, dan berorientasi pada mutu lulusan.

Melalui penguatan kurikulum berbasis OBE, program studi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dunia kerja, dan masyarakat, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Share this Post