HMPS PBA UIN SUNA Lhokseumawe Sukses Gelar Musabaqah Qira’atul Kutub dalam Rangka Al-‘Arabiyyah lil Funūn 2026

Lhokseumawe, 6 Oktober 2026 – Sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan kompetensi kebahasaan dan memperkuat kecintaan terhadap khazanah keilmuan Islam, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menyelenggarakan Musabaqah Qira’atul Kutub dalam rangka kegiatan Al-‘Arabiyyah lil Funūn 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan membaca dan memahami kitab berbahasa Arab.

Perlombaan yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026 ini diikuti oleh peserta dari beberapa dayah dan pesantren serta kalangan umum dengan batas usia maksimal 20 tahun. Melalui kompetisi ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca kitab berbahasa Arab sekaligus meningkatkan keterampilan kebahasaan dan pemahaman terhadap literatur Islam.

Dengan diselenggarakannya Musabaqah Qira’atul Kutub, HMPS PBA berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mendorong semangat belajar dan melestarikan tradisi keilmuan Islam. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan pentingnya penguasaan bahasa Arab dalam memahami berbagai sumber ilmu pengetahuan Islam.

Ketua Panitia, Fitria Almaida, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi. “Melalui Musabaqah Qira’atul Kutub, kami ingin memberikan ruang bagi para peserta untuk menunjukkan potensi dan kemampuan mereka dalam membaca kitab berbahasa Arab. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua HMPS PBA, Atadya Putri Rizkyta, mengapresiasi antusiasme peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan motivasi dalam mempelajari bahasa Arab. “Kami sangat senang melihat partisipasi para peserta. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman, serta menunjukkan prestasi di bidang bahasa Arab,” tuturnya.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Aina Salsabila, M.Pd.I., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa perlombaan seperti ini memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kompetensi bahasa Arab dan pelestarian tradisi membaca kitab. “Kegiatan ini merupakan langkah positif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa Arab dan khazanah keilmuan Islam. Selain mengasah kemampuan membaca kitab, perlombaan ini juga mendorong peserta untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan meningkatkan prestasi,” pesannya.

Setelah melalui rangkaian perlombaan dan proses penilaian oleh dewan juri, ditetapkan tiga peserta terbaik yang berhasil meraih juara dalam Musabaqah Qira’atul Kutub Al-‘Arabiyyah lil Funūn 2026. Adapun para pemenang perlombaan tersebut adalah:

  • Juara 1: Muhammad Ikram dari Ulumuddin.

  • Juara 2: Muhammad Latif dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

  • Juara 3: Ismullah Arrahman Nur dari Darul Ulum Al-Munawwarah.

Prestasi yang diraih para pemenang menjadi bukti semangat dan kesungguhan peserta dalam mengembangkan kemampuan membaca kitab berbahasa Arab. Keikutsertaan berbagai lembaga pendidikan juga memperlihatkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan akademik dan mempererat silaturahmi di antara generasi muda.

Melalui Al-‘Arabiyyah lil Funūn 2026, HMPS PBA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus berupaya mendukung pengembangan bakat dan kompetensi bahasa Arab di kalangan pelajar dan mahasiswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan Islam agar tetap dikenal, dipelajari, dan dikembangkan oleh generasi muda.

 

Share this Post