Prodi TBIN UIN SUNA dan Universitas Hasyim Asy’ari Gelar Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Nasional

Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Hasyim Asy’ari dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Sosialisasi Literasi Digital dan Kreativitas Berbahasa bagi Generasi Muda”. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi nasional antara perguruan tinggi dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai literasi digital serta kreativitas berbahasa di tengah perkembangan teknologi. Acara diawali dengan pembukaan oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan Universitas Hasyim Asy’ari, Dr. Resdianto Permata Raharjo, M.Pd.

Selanjutnya, Dekan FTIK UIN SUNA Lhokseumawe, Dr. Jumat Barus, S.S., M.S., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Setelah itu, dilakukan penyerahan sertifikat kepada pemateri secara simbolis dan sesi dokumentasi bersama.

Memasuki kegiatan inti, narasumber pertama, Dandy Asghor Dawudi, M.Pd. dari Universitas Hasyim Asy’ari, menyampaikan materi bertajuk “Merajut Peradaban Digital: Sosialisasi Literasi Digital dan Kreativitas Berbahasa bagi Generasi Muda”.

Dalam pemaparannya, Dandy menjelaskan pentingnya perubahan peran masyarakat digital, dari pengguna pasif menjadi pihak yang mampu berkontribusi dalam membangun peradaban digital. Ia mengangkat konsep budaya partisipatif yang memungkinkan setiap orang tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen informasi.

Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan. Distribusi informasi di ruang digital sering kali lebih dipengaruhi oleh emosi dan popularitas sesaat daripada kualitas pengetahuan. Oleh karena itu, literasi digital dan kreativitas berbahasa diperlukan untuk membentuk masyarakat yang kritis, beradab, serta mampu menciptakan kebudayaan digital yang bermakna.

Sesi berikutnya menghadirkan Lina Sundana, M.Pd. dari UIN SUNA Lhokseumawe sebagai narasumber kedua. Ia membahas materi mengenai pemahaman literasi digital, yang tidak hanya sebatas kemampuan menggunakan telepon genggam dan internet, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menilai, menggunakan, serta menciptakan informasi melalui teknologi digital secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.

Lina menjelaskan empat pilar literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital. Keempat aspek tersebut menjadi dasar agar masyarakat mampu menggunakan teknologi secara bijak, santun, kreatif, dan cerdas.

Untuk memberikan gambaran nyata, ia turut memaparkan contoh kasus pembajakan akun WhatsApp. Dalam kasus tersebut, pelaku meminta kode verifikasi dengan berbagai alasan, kemudian mengambil alih akun korban dan menggunakannya untuk meminta sejumlah uang kepada kontak korban.

Ia mengingatkan peserta agar tidak membagikan kode verifikasi kepada siapa pun, mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah, serta memastikan kebenaran informasi sebelum melakukan transfer uang. Menurutnya, kewaspadaan menjadi bagian penting dalam melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan digital.

Setelah penyampaian kedua materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama narasumber. Acara kemudian ditutup dengan penyampaian closing statement dari kedua pemateri serta penutupan oleh pembawa acara.

Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN SUNA Lhokseumawe, Istiqamah, M.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi. “Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, kami berharap mahasiswa dan generasi muda semakin memahami pentingnya literasi digital serta mampu menggunakan bahasa secara kreatif, kritis, dan bertanggung jawab. Kolaborasi ant perguruan tinggi seperti ini juga diharapkan terus berlanjut sebagai wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pengembangan kompetensi.”

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara UIN SUNA Lhokseumawe dan Universitas Hasyim Asy’ari diharapkan dapat memperkuat pemahaman generasi muda mengenai literasi digital sekaligus mendorong penggunaan bahasa yang kreatif, santun, dan bertanggung jawab di ruang digital.

Share this Post