Kolaborasi Internasional: Prodi PIAUD & PGMI UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Kuliah Umum Inovatif Bersama UPSI Malaysia
Lhokseumawe, 25 September 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, sukses menyelenggarakan kuliah umum berskala internasional.
Kegiatan bertajuk “From Sound to Story: Strategi Inovatif Pengembangan Literasi Awal bagi Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar” tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Jumat, 25 September 2026.
Kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dalam memperluas wawasan sekaligus memperkuat jejaring akademik di tingkat internasional. Kegiatan tersebut menghadirkan pakar literasi dari Malaysia, Profesor Madya Dr. Azizah Binti Zain dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), sebagai pemateri utama.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Jumat Barus, S.S., M.S. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pengembangan literasi awal sebagai salah satu fondasi utama dalam pendidikan anak.
Turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut Ketua Program Studi PIAUD, Yusra, M.Ed., Ketua Program Studi PGMI, Dr. Sarah Fazilla, S.Si., M.Pd., serta Sekretaris Program Studi PIAUD, Mutia Sari, S.Pd.I., M.Pd.
Dalam sesi pemaparan, Prof. Dr. Azizah Zain memperkenalkan pendekatan “From Sound to Story” sebagai salah satu strategi inovatif dalam mengembangkan literasi awal anak. Beliau menjelaskan bahwa pengembangan literasi tidak selalu harus dimulai dari kegiatan membaca dan menulis, tetapi dapat diawali dengan mengasah kepekaan anak terhadap berbagai bunyi yang ada di lingkungan sekitar.
Salah satu teknik konkret yang diperkenalkan adalah konsep “Satu Bunyi, Banyak Kemungkinan”. Melalui teknik ini, satu bunyi sederhana, seperti suara ketukan “tuk-tuk-tuk”, dapat dikembangkan menjadi sebuah cerita melalui serangkaian pertanyaan yang merangsang imajinasi anak.
Tahapan tersebut meliputi:
Apa bunyi itu? – Mengidentifikasi sumber suara.
Siapa di sana? – Menebak subjek yang berkaitan dengan suara, seperti kucing atau burung.
Di mana? – Menentukan lokasi terjadinya peristiwa, misalnya di jendela atau halaman.
Apa yang berlaku? – Memahami situasi atau kejadian yang sedang berlangsung.
Apa seterusnya? – Menentukan tindakan atau kelanjutan dari cerita.
Melalui alur pertanyaan tersebut, anak-anak dibimbing secara bertahap untuk mengembangkan imajinasi dan menyusun cerita sederhana berdasarkan bunyi yang mereka dengarkan. Pendekatan ini tidak hanya mendorong kemampuan berbahasa, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak.Kuliah umum ini mendapat antusiasme dari para peserta yang terdiri atas mahasiswa FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pendidik, serta praktisi pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para peserta dapat memperoleh wawasan dan strategi baru dalam mengembangkan literasi awal serta menerapkan metode bercerita yang kreatif dan menyenangkan di lembaga pendidikan masing-masing. Selain itu, kolaborasi dengan UPSI Malaysia diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama akademik dan jejaring internasional UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
