TBIN Sukses Gelar Webinar Nasional dengan Tema Bahasa dan Sastra di Era Kecerdasan Artifisial

Lhokseumawe – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertema "Bahasa dan Sastra di Era Kecerdasan Artifisial" pada Jumat, 26 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia.

Webinar nasional ini merupakan salah satu program akademik Tadris Bahasa Indonesia dalam mendukung implementasi kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang bahasa, sastra, dan pembelajaran sekaligus memperluas jejaring akademik melalui kolaborasi dengan narasumber dari berbagai perguruan tinggi.

Kegiatan dipandu oleh moderator Naufa Rayluna. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi Tadris Bahasa Indonesia FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Istiqamah, M.Pd., mewakili Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Dr. Jumat Barus, S.S., M.S., yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa webinar nasional ini merupakan ruang akademik yang sangat penting dalam merespons perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), yang saat ini semakin berkembang dan memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang bahasa, sastra, dan pendidikan.

Beliau menegaskan bahwa perkembangan AI perlu disikapi secara bijaksana dengan memanfaatkannya sebagai teknologi yang berdaya guna untuk mendukung proses pembelajaran, pengembangan penelitian, dan peningkatan kualitas karya ilmiah dan karya sastra. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi akademik harus mampu mengoptimalkan pemanfaatan AI secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab tanpa mengabaikan etika akademik dan integritas ilmiah.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa penyelenggaraan webinar nasional ini merupakan implementasi Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dengan Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang. Selain itu, beliau juga berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama dengan Universitas Bangka Belitung melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) sebagai bentuk penguatan jejaring akademik antarinstitusi.

Memasuki sesi pertama, narasumber Dr. Yulianah Prihatin, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang menyampaikan materi bertajuk "Bahasa dan Sastra di Era Kecerdasan Artifisial." Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Artificial Intelligence telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan bahasa dan sastra, baik dalam proses penciptaan, penyebaran, maupun apresiasi karya.

Beliau menguraikan bahwa teknologi AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas kebahasaan, seperti analisis linguistik, penerjemahan, penyuntingan naskah, hingga pengembangan karya sastra berbasis teknologi. Namun demikian, beliau menekankan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung produktivitas dan kreativitas manusia, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis, maupun daya cipta yang menjadi karakter utama insan akademik.

Sesi kedua menghadirkan Uky Eji Anggara, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Bangka Belitung yang membawakan materi "Transformasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Artificial Intelligence." Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa pemanfaatan AI telah mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang lebih interaktif, efektif, dan berpusat pada peserta didik.

Beliau memaparkan bahwa Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran, pengembangan media ajar digital, asesmen pembelajaran, analisis hasil belajar, hingga peningkatan budaya literasi peserta didik. Meski demikian, beliau menegaskan bahwa pendidik tetap memegang peran utama sebagai fasilitator yang mengarahkan penggunaan AI agar tetap sesuai dengan capaian pembelajaran, etika akademik, serta tujuan pendidikan nasional.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan webinar. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai penggunaan Artificial Intelligence dalam penulisan karya ilmiah, pengembangan media pembelajaran bahasa Indonesia, penciptaan karya sastra digital, hingga strategi menjaga orisinalitas karya di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Diskusi berlangsung interaktif dan menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap perkembangan AI dalam dunia pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Prodi Tadris Bahasa Indonesia, Istiqamah, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada kedua narasumber, moderator, panitia, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan webinar nasional ini. Menurutnya, kegiatan ilmiah seperti ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam menciptakan atmosfer akademik yang dinamis, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai media penguatan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas pembelajaran, dan perluasan jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan Artificial Intelligence secara bijaksana sebagai sarana belajar, penelitian, dan pengembangan inovasi di bidang bahasa, sastra, dan pendidikan tanpa mengabaikan integritas akademik, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui penyelenggaraan webinar nasional ini, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi literasi digital, budaya riset, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik yang profesional dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan pendidikan di era kecerdasan artifisial.

 

Share this Post