Mahasiswa TBI Kembali Torehkan Prestasi, Amalia Terpilih sebagai Duta Gender dan Anak UIN Sultanah Nahrasiyah 2026
Lhokseumawe, Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Amalia, mahasiswi semester 4 angkatan 2024 Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIN Sultanah Nahrasiyah, berhasil terpilih sebagai Duta Gender dan Anak UIN Sultanah Nahrasiyah Tahun 2025 melalui rangkaian seleksi yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Sultanah Nahrasiyah pada 13 Mei 2026 di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Pemilihan Duta Gender dan Anak diikuti oleh sekitar 65 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Sultanah Nahrasiyah. Proses seleksi berlangsung secara kompetitif, dimulai dari seleksi administrasi, tes wawancara, penilaian kemampuan public speaking, penyampaian gagasan mengenai isu kesetaraan gender dan perlindungan anak, hingga berbagai tahapan penilaian lainnya sebelum akhirnya ditetapkan para duta terpilih. Dalam menghadapi seleksi tersebut, Amalia mempersiapkan diri dengan mempelajari berbagai materi mengenai kesetaraan gender, perlindungan anak, pencegahan kekerasan berbasis gender, serta kebijakan yang berkaitan dengan hak perempuan dan anak. Selain memperdalam wawasan melalui berbagai literatur, ia juga melatih kemampuan public speaking dan membangun rasa percaya diri agar dapat menyampaikan gagasannya secara optimal di hadapan dewan juri.
Amalia mengakui bahwa tantangan terbesar selama mengikuti seleksi adalah menyampaikan ide secara kritis namun tetap mudah dipahami dalam waktu yang terbatas, sekaligus mengendalikan rasa gugup saat menjalani proses penilaian. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga hingga akhirnya berhasil mengemban amanah sebagai Duta Gender dan Anak. "Saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan terharu. Terpilih sebagai Duta Gender dan Anak merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar untuk menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman, inklusif, dan ramah bagi semua," ungkap Amalia. Sebagai Duta Gender dan Anak, Amalia berkomitmen untuk aktif menginisiasi berbagai kegiatan edukasi mengenai kesetaraan gender, pencegahan kekerasan seksual, serta perlindungan hak anak. Ia juga berharap dapat berkolaborasi dengan berbagai organisasi kemahasiswaan dalam meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, saling menghormati, dan bebas dari diskriminasi.
Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Dr. Nurul Fadhilah, M.Hum., menyampaikan apresiasinya atas prestasi tersebut. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FTIK tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial yang relevan dengan perkembangan masyarakat. "Kami berharap amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi bagi kampus dan masyarakat," ujarnya. Apresiasi serupa disampaikan oleh Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Dr. Zurriati, S. Ag. M.Hum., Ia menilai bahwa keberhasilan Amalia menjadi Duta Gender dan Anak merupakan kebanggaan bagi Jurusan TBI sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa TBI mampu berprestasi di berbagai bidang. "Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Semoga prestasi Amalia menjadi motivasi bagi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, berani mengambil peluang, serta memberikan kontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat," tuturnya.
Prestasi yang diraih Amalia semakin memperkuat komitmen Program Studi Tadris Bahasa Inggris dalam mendukung mahasiswa untuk berkembang secara akademik maupun nonakademik. Melalui perannya sebagai Duta Gender dan Anak UIN Sultanah Nahrasiyah Tahun 2025, Amalia diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam menyuarakan pentingnya kesetaraan gender, perlindungan hak perempuan dan anak, serta menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi.