Kaprodi PGMI UIN SUNA jadi Pembicara Internasional, Bahas Mitigasi Risiko Psikososial AI pada Anak Sekolah Dasar
Medan, 23-24 Juli 2026 Kebanggaan tersendiri hadir dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), setelah salah satu dosennya, Dr. Sarah Fazilla, S.Si., M.Pd, didapuk menjadi pembicara (speaker) dalam ajang bergengsi International Conference on Education, English Teaching and Linguistic yang digelar di Medan.
Konferensi internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN Suna), serta dipromotori oleh sejumlah perguruan tinggi ternama, di antaranya Universitas Alwasliyah, Universitas Al-Muslim, dan Chist College India. Acara ini turut dihadiri peserta dari 6 negara, menjadikannya salah satu forum akademik internasional terbesar di bidang pendidikan yang diselenggarakan di Kota Medan tahun ini.
Angkat Isu Krusial: AI dan Psikososial Anak, dalam kesempatan tersebut, Dr. Sarah Fazilla tampil membawakan kajian dengan tema "Human-Centered Innovation for AI Psychosocial Risk Mitigation". Topik ini menjadi sorotan menarik mengingat kecerdasan buatan (AI) kini semakin masif digunakan di lingkungan pendidikan, termasuk pada jenjang sekolah dasar.
Dalam pemaparannya, Dr. Sarah mengungkapkan lima dampak signifikan penggunaan AI terhadap kondisi psikososial anak usia sekolah dasar dan para guru, yaitu: Ketergantungan terhadap perangkat digital, Melemahnya kemampuan berpikir kritis, Munculnya potensi misinformasi, Gangguan interaksi sosial, Dampak terhadap kesehatan mental dan self-esteem anak.

Tak hanya memaparkan permasalahan, Dr. Sarah Fazilla juga menawarkan solusi konkret berupa penguatan literasi bagi guru maupun siswa, serta perbaikan ekosistem sekolah secara menyeluruh. Menurutnya, langkah ini dapat diwujudkan melalui pembangunan empat pilar literasi digital, yaitu: Pemahaman teknis, Kesadaran kritis, Kesiapan emosional dan Tanggung jawab etis. Dengan mengkaji dampak AI terhadap psikososial anak dan guru pada jenjang sekolah dasar, diharapkan penggunaan AI ke depan dapat tumbuh secara bertanggung jawab, inklusif, dan tetap menempatkan manusia sebagai pertimbangan utama dalam setiap tahap pengembangan teknologi," ujar Dr. Sarah Fazilla dalam paparannya.
Sejalan dengan Semangat Konferensi Kajian yang dibawakan Dr. Sarah Fazilla ini sejalan dengan pesan yang disampaikan pada sesi pembukaan konferensi. Rektor UMSU dalam sambutannya menekankan pentingnya integrasi AI dalam kurikulum tanpa melupakan bahwa pendidikan yang baik harus tetap berpusat pada guru dan mahasiswa yang inovatif sesuatu yang tidak dapat digantikan oleh AI.
Senada dengan itu, Rektor UIN Suna Prof. Dr. Daniel, M.Ag turut menegaskan bahwa teknologi harus mampu menyempurnakan keterbatasan manusia, namun akhlak tetap harus menjadi fondasi utama dalam penggunaannya, terutama dalam bermedia sosial. Kiprah Dr. Sarah Fazilla sebagai pembicara dalam forum internasional ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi PGMI dalam merespons isu-isu pendidikan kontemporer secara kritis dan solutif, sekaligus mengharumkan nama institusi di kancah internasional.
Galeri Foto:

