TBIN Jadi Moderator DIKARA ADOBSI sebagai Implementasi Jejaring Nasional
Lhokseumawe – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional melalui partisipasi aktif dalam kegiatan DIKARA (Diskusi Kepakaran Bersama) ADOBSI #22. Pada kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 25 Mei 2026 tersebut, Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Istiqamah, M.Pd., dipercaya sebagai moderator forum ilmiah nasional yang mempertemukan akademisi dan praktisi pendidikan bahasa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Keterlibatan ini merupakan bentuk nyata implementasi jejaring kerja sama akademik nasional antara Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dengan ADOBSI sebagai asosiasi profesi dosen bahasa dan sastra Indonesia. Partisipasi aktif dalam forum tersebut sekaligus menjadi bukti penguatan kolaborasi kelembagaan yang mendukung pencapaian indikator kemitraan dan rekognisi eksternal.
Kegiatan mengusung tema “Membangun Literasi dan Karakter Bangsa melalui Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia” dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Munirah, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Makassar dan Dhanu Priyo Widodo, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Cenderawasih. Acara diawali dengan sambutan Dr. Onok Yayang Pamungkas, M.Pd., selaku Wakil Ketua Umum ADOBSI dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Dr. Jumat Barus, S.S., M.S., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam forum ilmiah nasional tersebut. Menurut beliau, keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik tingkat nasional merupakan bentuk pengakuan atas kapasitas intelektual sivitas akademika sekaligus indikator meningkatnya rekognisi institusi.
Beliau menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam jejaring akademik nasional memberikan dampak strategis terhadap penguatan atmosfer akademik, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi dosen, serta perluasan akses kolaborasi tridarma perguruan tinggi. Hal ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung peningkatan mutu kelembagaan berbasis luaran.
Sebagai moderator, Istiqamah, M.Pd. memfasilitasi jalannya diskusi secara dinamis, komunikatif, dan produktif. Peran tersebut tidak hanya mengatur alur forum, tetapi juga memastikan terjadinya pertukaran gagasan yang kritis dan konstruktif antara narasumber dan peserta.
Kepercayaan yang diberikan kepada Ketua Program Studi TBIN ini sekaligus memperkuat distingsi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sebagai program studi yang berorientasi pada pengembangan literasi kritis, komunikasi akademik, dan jejaring keilmuan nasional berbasis inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Istiqamah, M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan dalam DIKARA ADOBSI memberikan dampak positif terhadap pengembangan wawasan akademik program studi, terutama dalam penguatan kurikulum berbasis kebutuhan zaman dan peningkatan kapasitas dosen serta mahasiswa.
“Forum seperti ini membuka ruang pertukaran perspektif yang sangat penting dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mempertegas posisi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia dalam ekosistem akademik nasional,” ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta berbagai daerah di Indonesia. Berbagai gagasan mengenai penguatan literasi, pembentukan karakter bangsa, serta inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di era digital menjadi fokus utama pembahasan.
Partisipasi ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi pengembangan program studi, baik dalam bentuk penguatan jejaring akademik, peningkatan rekognisi eksternal, pengayaan substansi pembelajaran, maupun terbukanya peluang kolaborasi lanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam DIKARA ADOBSI #22, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia terus menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik kolaboratif, memperkuat distingsi keilmuan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di tingkat nasional.