EDSA Kembali Gelar Corner Discussion, Bahas Pengembangan Diri Mahasiswa di Era Digitalisasi
Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (EDSA) kembali mengadakan kegiatan Corner Discussion di teras perpustakaan UIN Sultanah Nahrasiyah pada Kamis, 14 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan melalui kolaborasi bersama HMP Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan HMP Tadris Matematika (TMA) ini menghadirkan suasana diskusi yang interaktif dan penuh antusiasme dari para peserta.
Pada kesempatan tersebut, Muhammad Aditya Prayoga hadir sebagai pemateri dengan membawakan topik “Pengembangan Diri Menjadi Mahasiswa Aktif, Produktif, dan Adaptif di Era Digitalisasi.”
Melalui kegiatan ini, EDSA berupaya menghadirkan ruang diskusi yang tidak hanya menambah wawasan mahasiswa, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan potensi diri di tengah perkembangan era digital.
Dalam pemaparannya, pemateri menyampaikan berbagai motivasi dan pengetahuan mengenai pentingnya menjadi mahasiswa yang kompetitif serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia juga beberapa kali menyoroti bahwa mahasiswa di lingkungan kampus masih kurang kompetitif sehingga diperlukan kesadaran untuk terus meningkatkan kualitas diri. Selain itu, pemateri turut membagikan tips mengenai manajemen waktu dan produktivitas, salah satunya dengan menerapkan metode time blocking dibandingkan hanya menggunakan to-do list agar aktivitas sehari-hari lebih terarah dan efektif.
Diskusi berlangsung dengan sangat aktif. Banyak peserta yang antusias mengajukan pertanyaan terkait berbagai kendala yang mereka alami selama menjadi mahasiswa, mulai dari kesulitan mengatur waktu, menjaga konsistensi, hingga cara meningkatkan produktivitas diri.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Dr. Zurriati, S.Ag., M.Hum., turut memberikan apresiasi terhadap EDSA yang terus menghadirkan kegiatan positif dan edukatif bagi mahasiswa. “Kegiatan seperti Corner Discussion ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah wawasan mahasiswa, tetapi juga melatih mahasiswa untuk lebih aktif, berpikir kritis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan era digital,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan diskusi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang dan meningkatkan kualitas diri. “Mahasiswa harus mampu memanfaatkan kesempatan seperti ini untuk belajar, berdiskusi, dan membangun pola pikir yang lebih terbuka serta kompetitif dalam menghadapi tantangan global,” tambahnya.