Mahasiswa Tadris Matematika Resmi Terpilih Menjadi Duta Gender & Anak UIN Sultanah Nahrasiyah 2026

Pencapaian Gemilang : Mahasiswa Tadris Matematika Resmi Terpilih Menjadi Duta Gender
Mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMA) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui ajang pemilihan Duta Gender Kampus yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA). Dalam ajang tersebut, sebanyak 60 peserta mengikuti proses seleksi, kemudian disaring menjadi 25 peserta yang lolos seleksi berkas, hingga akhirnya terpilih 8 finalis terbaik untuk melaju ke tahap final.
Salah satu finalis dari Program Studi Tadris Matematika, Trias, berhasil menunjukkan kemampuan dan dedikasinya melalui berbagai tahapan seleksi. Proses seleksi meliputi pembuatan esai yang membahas isu-isu penting seperti kesetaraan gender, bullying, dan kekerasan seksual, serta tahap wawancara yang menggali pemahaman peserta mengenai peran dan fungsi PSGA dalam lingkungan kampus.
Dalam seleksi tersebut, peserta juga dinilai berdasarkan kelengkapan CV, kemampuan public speaking, keterampilan (skills), serta wawasan mengenai isu gender dan lingkungan kampus yang inklusif.
Trias menyampaikan bahwa motivasinya mengikuti ajang Duta Gender Kampus adalah untuk meningkatkan edukasi mengenai kesetaraan gender serta menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.
“Saya ingin mengajak mahasiswa untuk bersama-sama mencegah diskriminasi dan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Selain itu, saya juga ingin menjadi penghubung antara mahasiswa dengan layanan gender kampus agar mahasiswa lebih aktif dalam campaign dan advokasi isu gender,” ujar Trias.
Lebih lanjut, Trias berharap kehadirannya sebagai Duta Gender dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi mahasiswa di lingkungan Program Studi Tadris Matematika.
“Harapan saya setelah menjadi Duta Gender adalah dapat berkontribusi menciptakan kampus yang aman, inklusif, dan sadar akan pentingnya kesetaraan gender. Saya juga ingin mendorong terciptanya lingkungan belajar yang suportif, kesempatan yang setara, serta menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan ataupun melaporkan kasus kekerasan maupun diskriminasi agar dapat diproses melalui layanan kampus yang sesuai,” tambahnya.
Ketua Program Studi Tadris Matematika, Dr. Mahdalena S.Pd, M.Pd, turut memberikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswa TMA dalam ajang tersebut.
“Kami sangat bangga atas partisipasi dan semangat mahasiswa dalam mengikuti ajang Duta Gender Kampus. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pengembangan potensi diri, tetapi juga membangun kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kesetaraan gender, anti-bullying, dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan akademik. Semoga mahasiswa TMA dapat terus menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif di kampus maupun di masyarakat,” ungkap beliau.
Melalui partisipasi aktif mahasiswa dalam ajang ini, diharapkan kesadaran mengenai pentingnya kesetaraan gender dan terciptanya lingkungan kampus yang aman serta inklusif dapat terus berkembang di kalangan civitas akademika.
