Ketua Prodi PAI UIN SUNA Jadi salah satu Pembicara pada International Community Engagement Program Indonesia–Malaysia

Lhokseumawe – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Ketua Program Studi PAI, Dr. Maya Safitri, S.Pd.I., M.A., dipercaya menjadi salah satu pembicara dalam International Community Engagement Program yang diselenggarakan oleh KABA Academic Society melalui kolaborasi akademik Indonesia–Malaysia.

Kegiatan bertajuk “Smart Islamic Cultural Community for Modern Malay Urban Villages: Integrating Social, Health, Education, and Digital Economy in Malay Agricultural Settlement (M.A.S) Kampong Bharu, Kuala Lumpur” ini dilaksanakan pada 29–30 Juni 2026. Hari pertama kegiatan berlangsung secara luring di Kampong Bharu, Kuala Lumpur, Malaysia, sementara sesi pemaparan materi oleh para narasumber dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 30 Juni 2026.

Dalam forum internasional tersebut, Dr. Maya Safitri memaparkan materi berjudul “Smart Islamic Wellness: Integrasi Sinergis Ilmu Kedokteran Modern dan Nilai-nilai Luhur Pendidikan Islam Nusantara.” Melalui paparannya, beliau menekankan pentingnya mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai pendidikan Islam dalam membangun masyarakat yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing di era global.

Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Maya Safitri sebagai pembicara internasional merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi akademik yang dimiliki serta menjadi kebanggaan bagi Program Studi PAI dan FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Partisipasi ini juga menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui penguatan jejaring akademik, diseminasi hasil penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi lintas negara.

Wakil Dekan III FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Nurul Fadhillah, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurut beliau, keterlibatan dosen dalam forum internasional tidak hanya mengharumkan nama institusi, tetapi juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ke depan, Program Studi Pendidikan Agama Islam berharap partisipasi dalam berbagai forum akademik internasional dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama global, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Share this Post