Dari Mata Kuliah ke Prestasi Nasional, Mahasiswi TBIN Raih Juara 2 Lomba Tulis Cerpen
Lhokseumawe— Moulina Fitri, mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN SUNA Lhokseumawe berhasil meraih Juara 2 Lomba Tulis Cerpen Mahasiswa Tingkat Nasional 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Ruang Lomba Nasional bekerja sama dengan Penerbit Redgolden Media dan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ajang yang mengangkat tema bebas ini berlangsung melalui tahap pengumpulan karya pada 22–29 April 2026, sementara hasil perlombaan diumumkan secara resmi pada 30 April 2026. Pada kompetisi tersebut, Moulina mengumpulkan cerpen berjudul “Rumah yang Selalu Menunggu”, sebuah karya yang berhasil menarik perhatian juri hingga mengantarkannya meraih posisi kedua tingkat nasional.
Moulina menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam lomba didorong oleh keinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis, menyalurkan ide dan perasaan melalui cerita, sekaligus menambah pengalaman dalam bidang kepenulisan.
Di balik prestasi tersebut, terdapat proses akademik yang ikut berperan, cerpen “Rumah yang Selalu Menunggu” merupakan salah satu output Mata Kuliah Keterampilan Menulis yang diampu oleh Ibu Lina Sundana, M.Pd. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis di kelas tidak berhenti pada penyelesaian tugas akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang mampu bersaing pada tingkat yang lebih luas.
Ketua Prodi Tadris Bahasa Indonesia Ibu Istiqamah, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih Moulina menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di TBIN mampu melahirkan karya yang kompetitif dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah bakat, aktif menulis, dan berani mengikuti berbagai kompetisi.
Keberhasilan Moulina sekaligus menjadi catatan penting bagi TBIN UIN SUNA Lhokseumawe. Dari ruang kelas dan proses pembelajaran yang dijalani sehari-hari, lahir karya yang tidak hanya berbicara melalui kata-kata, tetapi juga mampu membawa ke ruang prestasi Tingkat nasional.