Mahasiswi Tadris Bahasa Indonesia Raih Juara 3 Lomba Cerpen Tingkat Nasional
Lhokseumawe — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Nurtiarah berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Tulis Cerpen Mahasiswa Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Lomba Seni Sastra Indonesia bekerja sama dengan Penerbit Aksara Pilar Nusantara. Penghargaan tersebut diumumkan pada 23 April 2026.
Kompetisi ini dilaksanakan secara daring. Nurtiarah mengirimkan karyanya pada 15 April 2026 dengan judul “Mahkota yang Tertunda”. Cerpen tersebut mengangkat pengalaman hidup yang diolah menjadi kisah yang bermakna dan inspiratif.
Nurtiarah mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam lomba ini didorong oleh keinginannya untuk mengembangkan kemampuan dan mengasah keterampilan dalam menulis cerpen. Ia juga menyampaikan bahwa ia ingin menuangkan pengalaman hidupnya menjadi karya yang bermakna.
Prestasi ini menjadi bukti nyata hasil pembelajaran pada Mata Kuliah Keterampilan Menulis yang diampu oleh Ibu Lina Sundana, M.Pd. Melalui perkuliahan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang kompetitif di tingkat nasional.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Ibu Istiqamah, M.Pd., memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan Nurtiarah menunjukkan kemampuan mahasiswi TBIN dalam bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Ia juga menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh Nurtiarah yang menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di Prodi TBIN, khususnya pada Mata Kuliah Keterampilan Menulis, mampu menghasilkan karya nyata yang diakui di tingkat nasional. Selain itu, ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berani mencoba, dan menjadikan menulis sebagai sarana ekspresi sekaligus kontribusi dalam dunia pendidikan.