Ketika Refleksi Menjadi Prestasi, Mahasiswi TBIN Raih Juara 2 Lomba Tulis Puisi Tingkat Nasional

Lhokseumawe — Tidak semua ucapan terima kasih disampaikan kepada orang lain. Sebagian justru ditujukan kepada diri sendiri, kepada perjalanan, luka, dan kemampuan bertahan melewati berbagai fase kehidupan. Gagasan itulah yang kemudian dituangkan oleh mahasiswi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Arizka Munira, melalui puisi berjudul “Angka Sembilan Belas yang Telah Berlalu.”

Karya tersebut mengantarkan Arizka meraih Juara 2 Lomba Tulis Puisi Mahasiswa Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Lomba Seni Sastra Indonesia bekerja sama dengan Penerbit Aksara Pilar Nusantara dengan tema bebas. Kompetisi nasional tersebut berlangsung pada 25 April hingga 2 Mei 2026. Arizka mengirimkan puisinya pada 28 April 2026, sementara hasil perlombaan diumumkan secara resmi pada 3 Mei 2026.

Bagi Arizka, puisi bukan sekadar rangkaian kata yang indah, melainkan medium yang paling jujur untuk menyampaikan isi hati dan pengalaman batin. Ia memandang kepenulisan puisi sebagai ruang untuk melatih kepuitisan berbahasa sekaligus menghadirkan perasaan dalam bentuk yang lebih bermakna.

Puisi “Angka Sembilan Belas yang Telah Berlalu” lahir dari refleksi personal menjelang usia 20 tahun. Melalui karya tersebut, Arizka menyampaikan ungkapan terima kasih kepada dirinya sendiri karena telah mampu bertahan dan melangkah hingga memasuki fase kehidupan yang baru. Pengalaman batin itu kemudian dirangkai menjadi puisi yang tidak hanya menghadirkan emosi, tetapi juga menghadirkan kedalaman makna tentang penerimaan dan penghargaan terhadap perjalanan diri.

Prestasi yang diraih Arizka tidak terlepas dari proses akademik. Keikutsertaannya dalam lomba ini merupakan salah satu output Mata Kuliah Keterampilan Menulis yang diampu oleh Ibu Lina Sundana, M.Pd. Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak berhenti pada praktik menulis di ruang kelas, tetapi juga berani mengembangkan karya dan mengujinya melalui kompetisi tingkat nasional.

Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Ibu Istiqamah, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Arizka menjadi bukti bahwa mahasiswa TBIN memiliki potensi besar dalam bidang menulis apabila terus dibina dan diberi ruang untuk berkembang. Ia menilai bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan keterhubungan yang kuat antara proses pembelajaran dan capaian mahasiswa. Karena itu, program studi berharap prestasi Arizka dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan menulis, membangun kepercayaan diri, serta aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi.

Penghargaan yang diraih Arizka menjadi pengingat bahwa karya sastra sering kali lahir dari pengalaman yang paling personal. Dari rasa syukur kepada diri sendiri, sebuah puisi menemukan pembacanya dan mengantarkan penulisnya menuju panggung prestasi nasional.

 

 

Share this Post