Sinergi BK UPI, BKPI dan BKI UINSUNA: Perkuat Resiliensi Siswa SMAN 1 Samudera via Adventure-Based Counseling

Guna memulihkan dan meningkatkan resiliensi psikologis siswa yang pernah terdampak bencana, sebuah langkah kolaboratif strategis berhasil diwujudkan melalui program "Implementasi Model Adventure-Based Counseling Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa Korban Bencana di Wilayah Kabupaten Aceh Utara". Kegiatan ini sukses diselenggarakan di SMA Negeri 1 Samudera pada hari Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari Implementation Arrangement (IA) antara tiga program studi, yaitu Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) UINSUNA, dan Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UINSUNA. Sinergi lintas institusi ini bertujuan untuk menghadirkan intervensi psikologis yang komprehensif, memadukan pendekatan konseling akademis mutakhir dengan nilai-nilai spiritual serta budaya masyarakat setempat.

Wilayah Kabupaten Aceh Utara yang memiliki riwayat kerawanan terhadap bencana alam menjadi alasan utama dipilihnya SMAN 1 Samudera sebagai lokasi implementasi. Para siswa penyintas bencana seringkali membutuhkan pendampingan psikososial khusus untuk melepaskan sisa trauma dan kembali menata masa depan mereka. Model Adventure-Based Counseling (ABC) yang diterapkan oleh tim kolaborasi ini dirancang secara khusus agar relevan dengan kondisi siswa. Metode ini tidak sekadar menggunakan aktivitas luar ruang atau petualangan sebagai media, tetapi juga secara kental mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Aceh. Melalui serangkaian permainan edukatif, tantangan kerja sama tim, dan sesi refleksi mendalam, siswa diajak untuk membangun kembali kepercayaan diri, melatih empati antar sesama penyintas, meningkatkan regulasi emosi dengan pendekatan yang menyenangkan, serta memperkuat akar spiritual sebagai fondasi ketangguhan mental. Melalui kegiatan IA ini, diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Samudera tidak hanya mampu bangkit dari dampak psikologis kebencanaan, tetapi juga tumbuh menjadi individu dengan resiliensi yang tangguh. 

Share this Post