Mahasiswi TBIn Tampil sebagai Master of Ceremony Bahasa Aceh
Cot Seumiyong, 8 Desember 2025 - Haula Lutfia, mahasiswi Jurusan Tadris Bahasa Indonesia (TBIn), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) dengan menggunakan bahasa daerah Aceh pada acara perpisahan KPM Kelompok 34. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Musalla Desa Cot Seumiyong dan dihadiri oleh masyarakat setempat.
Bagi Haula, kepercayaan sebagai Master of Ceremony (MC) ini merupakan pengalaman kedua yang dijalaninya sekaligus menjadi wadah untuk terus melatih kemampuan public speaking. Dalam kesempatan tersebut, ia menggunakan bahasa Aceh sepanjang rangkaian acara serta membagikan pengalamannya dalam mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum.
“Dulu saya tidak berani berbicara di depan banyak orang. Namun, melalui latihan yang terus saya lakukan serta dukungan dari dosen dan teman-teman, perlahan saya mulai berani meskipun rasa gugup masih ada. Saya juga mempelajari intonasi dan teknik berbicara melalui mata kuliah Keterampilan Berbicara. Semoga kemampuan sederhana yang saya miliki ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya, Senin (8/12/2025).
Adapun alasan Haula Lutfia menggunakan bahasa Aceh saat menjadi Master of Ceremony (MC) pada acara perpisahan KPM Kelompok 34 adalah agar penyampaian acara terasa lebih dekat dan akrab dengan masyarakat setempat. Selain itu, penggunaan bahasa Aceh juga dimaksudkan sebagai upaya melestarikan bahasa daerah agar tetap hidup dan digunakan dalam kegiatan masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Ibu Istiqamah, M.Pd. Ia menilai keterampilan yang dimiliki Haula merupakan potensi yang patut dikembangkan. “Haula menunjukkan kemampuan berbicara yang baik dan keberanian untuk tampil di depan umum. Semoga bakat ini terus diasah, berkembang, dan dapat menjadi prestasi yang menginspirasi mahasiswa lainnya,” ungkapnya, Jumat (27/12/2025).
Menjadi Master of Ceremony (MC) bukan sekadar menjalankan peran dalam sebuah acara, melainkan juga menjadi pengalaman berharga dalam membangun kepercayaan diri